Desi Nur Tucha Kepala SD Khadijah 2 Surabaya, Ajak Siswa Tegakkan Sholat Lima Waktu Tanpa Bolong

SD Khadijah 2 Surabaya gelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat namun tetap dikemas secara santai dan menyenangkan.
Acara diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan sholawat bersama. Suara sholawat yang dilantunkan serempak oleh siswa-siswi membuat suasana semakin syahdu dan menenangkan.
Dalam sambutannya Desi Nur Tucha W. P., S.Pd Kepala SD Khadijah 2 Surabaya menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh siswa-siswi. Momentum Isra Mi’raj dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga salat lima waktu dengan lebih disiplin dan sungguh-sungguh.
Beliau menegaskan bahwa mulai hari ini, peringatan Isra Mi’raj bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal perubahan sikap dalam beribadah. Anak-anak diajak untuk lebih giat dan tekun dalam melaksanakan sholat, serta tidak lagi meninggalkan sholat dengan alasan apa pun.
“Tidak ada lagi sholat yang bolong-bolong,” tegasnya dalam sambutan. Pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar seluruh siswa memahami bahwa sholat merupakan kewajiban utama sebagai seorang muslim yang harus dijaga setiap waktu.
Beliau juga mengajak siswa-siswi untuk menjadikan sholat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan menjadikan sholat sebagai kebutuhan, diharapkan ibadah dapat dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, bukan karena paksaan.
Desi juga mengingatkan bahwa sholat adalah tiang agama yang harus ditegakkan di mana pun berada. Baik di rumah, di sekolah, maupun saat bepergian, kewajiban sholat lima waktu tetap harus dijalankan dengan tertib.
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Suasana sambutan pun terasa hangat dan penuh motivasi, sehingga siswa-siswi dapat menerima pesan dengan hati yang gembira.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan seluruh siswa-siswi SD Khadijah 2 Surabaya semakin memahami makna sholat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Panitia Isra’ Mi’raj berharap pesan yang disampaikan dapat terus diingat dan diamalkan oleh siswa-siswi. Dengan menjaga dan menegakkan sholat lima waktu secara konsisten, diharapkan akan terbentuk generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam menjalankan ajaran agama.
